Postingan

Tanda-tanda puasa yang diterima

Apakah puasa anda diterima oleh Allah, swt. ? Ini adalah pertanyaan klasik yang sering ditanyakan orang. Secara khusus memang tidak ada bukti yang kasat mata, kecuali diperlihatkan adanya perubahan yang signifikan pada diri  seseorang dalam berkeyakinan, berbicara dan berperilaku. Ada beberapa tanda yang menunjukkan puasa seorang Muslim diterima oleh Allah  Subhanahu Wata’ala . Di antaranya. Tanda pertama, ada perubahan besar, ada perbaikan nyata pada dirinya,” ujar Ustadz Arifin, sapannya, di sebuah bandara dalam suatu perjalanannya, Sabtu (24/06/2017), 29 Ramadhan 1438 H. Dimana perubahan itu bisa dirasakan oleh seseorang tersebut. Serta oleh keluarga, tetangga, dan sahabatnya, jelas Arifin melalui rekaman video siaran langsungnya di  fanspage  resminya. Perubahan itu pun, terangnya, jelas sekali terasa. Apa itu? Taubatan nasuha. Yang tadinya maksiat, tidak maksiat lagi. Tadinya (pakai) narkoba, tidak (pakai) narkoba lagi. Tadinya merokok, ti...

Inilah anakku

Cerita tentang perasaan seorang anak yang membanggakan orang tuanya Terima kasih, nak .... Ayah sayang kamu (Sedikit berbagi tulisanku, hehe 💕) Oleh : Rahma Aulia Risnarso Amaa kecil pernah bertanya pada dirinya sendiri, "Kenapa aku harus memakai kerudung di saat teman-temanku yg lain bebas menunjukkan rambutnya? Kenapa aku dilarang berpacaran bahkan dekat dengan seorang laki-laki di saat teman2ku bahagia dengan pacarnya? Kenapa aku dilarang melakukan banyak hal untuk artis yang aku kagumi? Kenapa aku tak bisa sebebas anak remaja lain?" Malu rasanya mengingat kembali masa itu karena justru memang itulah hal terbaik yang dilakukan orang tua untuk menjaga putrinya. Meski dulu aku nakal, arogan, bodoh, sering membangkang dan menyakiti hati kedua orang tuaku, mereka tetap ingin menjagaku. Tak peduli jika aku tidak nyaman dengan hal itu, yang mereka inginkan yang terpenting adalah keselamatan anak-anaknya. Ya, maka nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan? (QS. ...

Bahasa Sunda dan Perkembangannya

BAHASA SUNDA, BUKAN HARUS JADI CENDAWAN DI ATAS BATU Penulis bukanlah seorang pemerhati bahasa, bukan pula sastrawan, apalagi seorang budayawan yang secara keilmuan “memiliki tanggung jawab moral” untuk berjuang membela kelestarian suatu kearifan lokal tertentu di suatu daerah tertentu pula. Ini hanya curahan hati terhadap suatu fenomena yang sedikit mengganggu perasaan, atau sekedar introspeksi diri, seberapa besar peran serta penulis dalam menjaga agar budaya lokal yang seharusnya jadi pola berfikir dan berbudaya yang diungkapkan dalam berbahasa dan berkomunikasi, dapat diperjuangkan kelestariannya dengan rasa keikhlasan, terutama bahasa Sunda sebagai bahasa ibu bagi sebagian besar masyarakat Pasundan. Ada fenomena yang terjadi, baik sengaja maupun tidak sengaja, atau bahkan hanya sekedar candaan dalam percakapan, yang sebenarnya sudah termasuk perilaku “menyimpang” yang dapat mengganggu kelestarian bahasa, karena lama kelamaan dari kebiasaan seseorang menggunakan suatu kos...

4 Karakter Manusia

Seorang ulama besar, Al Ghazali membagi manusia menjadi empat  karakter. Pertama ,  Rojulun Yadri wa Yadri Annahu Yadri  (Seseorang yang Tahu kalau dirinya Tahu). Orang ini bisa disebut ‘ alim  = mengetahui. Kepada orang ini yang harus kita lakukan adalah mengikutinya, karena jenis manusia inilah yang paling baik. Jenis manusia yang memiliki kemapanan ilmu, dan dia tahu kalau dirinya itu berilmu, maka ia menggunakan ilmunya. Ia berusaha semaksimal mungkin agar ilmunya benar-benar bermanfaat bagi dirinya, orang sekitarnya, dan bahkan bagi seluruh umat manusia. Manusia jenis ini adalah manusia unggul. Manusia yang sukses dunia dan akhirat. Kedua,  Rojulun Yadri wa Laa Yadri Annahu Yadri  (Seseorang yang Tahu (berilmu), tapi dia Tidak Tahu kalau dirinya Tahu). Untuk model ini, bolehlah kita sebut dia seumpama orang yang tengah tertidur. Sikap kita kepadanya membangunkan dia. Manusia yang memiliki ilmu dan kecakapan, tapi dia tidak pernah menyadari ka...

Mengenang tokoh pendidikan nasional

Ki Hajar Dewantaro dan semboyan luar biasanya Suatu hal yang membuat kita sedikit tersenyum kecut, adalah ketika dengan bangganya mengutip pendapat tokoh asing yang belum tentu cocok dengan kondisi di Indonesia, dan mengabaikan teori dan sistem pendidikan yang dikembangkan oleh tokoh pribumi. Ki Hajar Dewantara, merupakan salah satu yang sering dilihat sebelah mata. Padahal pemikirannya dalam dunia pendidikan sangat luar biasa. Coba saja kita amati resapi dengan seksama. Ing ngarso sung tulodo (di depan memberi contoh). Ing madyo mangun karso, (di tengah memberi semangat). Tut Wuri Handayani, (di belakang memberi dorongan). Itu ide brilian yang sempat menggetarkan sistem pendidikan nasional masa itu. Tetap saja, yang ideal adalah sesuatu yang datang dari diri sendiri. Selamat hari pendidikan nasional

Juknis TPG

Kriteria Guru PNSD penerima Tunjangan Profesi sebagai berikut: 1.         Berstatus sebagai Guru PNSD yang mengajar pada satuan pendidikan di bawah binaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang tercatat pada Dapodik , kecuali guru pendidikan agama. 2.         Aktif mengajar sebagai guru mata pelajaran/Guru kelas atau aktif membimbing sebagai guru bimbingan konseling/guru teknologi informatika dan komunikasi, pada satuan pendidikan yang sesuai dengan peruntukan Sertifikat Pendidik yang dimiliki. 3.         Memiliki satu atau lebih sertifikat pendidik. 4.         Memiliki Nomor Registrasi Guru (NRG) yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 5.         Memenuhi beban kerja Guru PNSD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 6.       ...